Betapapun rindu itu hanya sebatas rindu saja. Mengenangmu bagai membaca cerita tak berkesudahan. Jika ku ingat ke belakang, kesalahan terbesarku adalah meninggalkan dirimu, hatimu, dan jiwamu dalam kesendirian. Dan kesalahan terbesarmu adalah menyerah!!!! Aku menjadikan semua itu bagai mimpi buruk dalam kehidupanku.
Dengan tanpa sengaja aku mendengar beritamu saat ini. Dan......membuatku tesungkur di ruang gelapku lagi. Pedih, tak kusangka kau lebih rapuh dariku. Kau siakan waktu dan hidupmu dalam waktu yang tak singkat untuk meratapi kebodohan kita. Sementara aku sudah mulai terbiasa menjalani hidup tanpa cintamu. Ku mulai sadari betapapun pedih " life must go on!". Ku sadari jika kamu serius mencintaiku. Cerita pernikahanmu terdengar di telingaku. Rasa syukur yang tak terkira ku ucapkan..Allah, terimakasih telah Kau rangkul dia dalam Kasih-Mu. Namun, tak seperti yang kukira semua masih belum berpihak kepadamu. Kembali kuucapkan sedihku....Allah, terlalu sayangkah Kau padanya? hingga begitu banyak ujian dalam hidupnya. Kuatkan dia ya Allah....
Bahkan sepuluh tahun perpisahan kita, tak sekalipun kujumpai dirimu walau dalam mimpi. Alam bawah sadarpun menolak pertemuan kita. Dan tak sedikitpun keinginanku berjumpa walau di dunia maya. Cukup tahu saja bahwa hati dan Allahlah yang menyimpannya.
Kini kisah kita kucoba rangkai dalam kata-kata yang kupunya. Tak bisa utuh memang, karena aku tahu ada hati yang harus aku hargai dan kujaga dari sebuah luka karena kata-kataku tentangmu. Suamiku...bukan sekedar pendamping hidup. Tapi semua harus kupertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Menikah bukanlah pilihan, menikah bukan mainan, menikah adalah tali yang mengikatkan kita dengan Tuhan. Menikah iti mudah!!! Seperti yang terjadi antara aku dan suamiku, yang susah adalah membuatnya sakinah. Itu yang selama ini kuperjuangkan di bawah bayang-bayangmu.
Tragis kan? Saat ini kutemui seseorang yang mirip denganmu, nama, gaya, dan sifat sombongnya. Ya Allah......!!!!!! sekarang apa menurut pendapatmu? Apakah aku benar-benar gila? Atau terobsesi padamu? Serasa melihatmu jika tanpa sengaja berjumpa dia. Sedih jika melihat keadaanku saat ini. Allah....pada-Mu segala rasa ini kembali.
Komentar
Posting Komentar