Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

"Kurban" Bersyarat

Pulanglah... Ini lebaran Merenung dalam takbir yang berkumandang Setelah lengang suara kalbu Pada nisan anakmu Yang laki-laki Kurban sapi sebagai janji Pernah mendapat mimpi Semua kepura-puraan Yang nuansa masker Membeli keramahan asli Pulanglah... Andai tak sempat lagi kau tersenyum Di suap gelisah setiap frasa kata  Juga pandangan mata Percayalah pada getaran hatimu Energi tak pernah bohong Tujuanmu mungkin jauh Atau tiada Tapi, bukankah ada rumah tua? Di sudut jalan buntu yang berjembatan kayu Siap jadi jambanmu Juga sembunyikan ragumu Di takbir ketujuh Telah lelah bersimpuh Di tengah tangan bernoktah Pada pulang yang tak berkesudah Jambi,  malam Idul Adha 2020

MENANGGUNG KECAMUK RISAU

Tangga tak lagi menuju tinggi Ia malu, karena teguran -teguran sumbang Melibas kekuataan asa, menjatuhkan mental baja   Hari itu Ia menyapaku, Mengabarkan bahwa Ia tak lagi berarti Berbisik sayu pilu Ia telah dipatah-patah Sang pemuja puji   Anak-anaknya sudah hilang Hanya tinggal dasar dan puncak compang Hanya dua dan UNTUK APA?   Anak-anaknya tak berarti Karena puncak tinggi bisa dibeli Kejam memang, tapi semua sudah sirahnya   Tangga menangis di sudut perapian Inginkan Si jago membakar habis Meratap asa yang sudah terkikis   Itu rayap yang menggerogoti setiap hari (Jawabku pada Jhon)   Batanghari, menjelang magrib Juli 2020

MENEBUS KARMA

MENEBUS KARMA   Menuang air pada gelas tertutup Terbuang sia-sia Begitu saja Seperti halnya berpegang pada sesuatu yang tak harapkan kita Pada hati yang tak lagi bisa menutupi   Bukan sedih yang membelenggunya Kisaran rimpuh pada langkahnya Menolak tuangan Membaurkan jadi tumpahan gelisahnya   Serapat tutup Sedapatnya mengendapkan yang ada Menjadi maya Menjadi inklusi Searah dengan persiapan melangkah Sejauhnya   Mungkin saja akan ada tepian untuk bersandar Dengan jangkar mengakar Sekuat hatiku bertahan pada ikrar     Jambi, 280720

Menjaring Matahari

Menjaring Matahari (bukan lagu Ebiet) oleh: Rina Kurniawati Jika waktunya tiba.. yaitu fajar merekah...ku kan berlari di bawahnya sedikit menikmati hangatnya terduduk di tengah dedaunan basah Menghirup segarnya aroma tanah   Muncullah si penguasa siang... Dengan garang Kuberanjak melenggang Meninggalkan jejak dan menghilang   Jika waktunya tiba... Tak kukagumi lagi sang mentari Karena ku t'lah bersama matahari Pudarkan embun di dedaunan basah Terbangkan debu dari tanah Menunggu dan menghabiskan  teriknya hari ini Menjaring matahari 120914

Temu Kata

Temu Kata karya: Rina Kurniawati Kau bilang mencintaiku kutanya, apa penyebabnya? Kau bilang karena mengagumiku, Apa yang buatmu kagum? Kau bilang karena kesederhanaanku, Dari mana kau tahu itu? Dari kata-kata yang selalu kutulis, Apakah kamu tahu? Maksudmu? Aku pecinta sastra yang pandai merangkai kata Kau tak terkejut sedikitpun Mengapa? Katamu, Karena kupun penikmat sastra yang suka dibohongi dengan kata-kata rekayasa 070914

Sebuah Senyum Rindu

Sebuah Senyum Rindu  oleh: Rina Kurniawati Di beranda hati, menanti Sesosok kekasih hati Menyayangi sampai nanti Ketika nyawa tak berbadan lagi Ternyata menyinta tak peduli hidup atau mati Dia abadi Seiring ufuk barat memudar, Tersambut gelap dalam samar Hiasi diri dalam tersadar Jumpakan malam untuk tegar Waktu membuat kita belajar Apapun impian harus dikejar Kini mimpi berubah jadi harap Tuk menemui cinta-Mu menemui di mihrab Terwakili dalam makhluk-Mu Sebuah tekad membingkai diri Ingin bersua walau di mimpi Menjemput bahagia abadi Bersamamu suami dari illahi robbi 280814

Sekerat Harap

Sekerat Harap goresan: Rina Kurniawati   Masih sama, Ketika semua itu hanya asa Sampai saat semua ada Terenyuh dalam sendunya lembayung tadi Senyum tak lagi jadi pemerhati Tak lama, Jika hati hanya urusan-Nya Sabar untuk menjadi ikhlas Ikhlas untuk menjadi syukur Sepenggal duka tak akan menyurutkan sabar berbatas 260814 *suamiku*

Sedihku

Sedihku oleh: Rina Kurniawati Andai tak di sisihmu, yakin ku hanya membisu Andai tak bersamamu, yakin ku tak mampu Apa yang ku hadapi, ku alami, ku lalui, ku cukupi.... semua di ambang batas mampu dan mimpi Kadang, ingin kuberlari, pergi Menapaki jalur tanpa alas kaki Tidur tanpa sebuah mimpi Tak sedih tanpa harus mati Ternyata di sini, di tengah badan ini Hanyalah sebuah daging kecil yang disebut hati dan pernah sesekali memiliki sedih 290414

Coretan Hari Ini

CORETAN HARI INI oleh : Rina Kurniawati Ketika nyawa tak lagi di badan apalah arti persahabatan, Ketika jasad terkuburkan apalah guna permusuhan Kalaupun tak, Ketika jarak memisahkan Ketika saat tak tersempatkan Ketika kesibukan merelakan Apalah arti persahabatan Apalah guna permusuhan Hari ini kawan, besok lawan Ayo!!Lupakan! Ayo!! Maafkan XII AP 230114

Niat Terlaknat

Menghilangkan gelisah Saat berdiri di atas hamparan tanah basah Seolah hal mudah Sungguh bagai dipaksa mengalah Dan terbukti menjadi kalah Pembuktian tiada benar-benar terjadi Karena alam yang menjadi marah sendiri Membela dan menghalangi Saat batas akhir kesalahan dilewati  Tanpa rasa peduli Pendar marah tersebar Jika memang menganggap benar Semua bubar Apa arti terjajah di negeri merdeka? Apa maksudnya miskin di negeri yang kaya? Apa perlunya guru ada untuk mereka? Jika semua yang dilakukan tak mengenali ajarannya sendiri? Alamakkkkk... Bodo amat Atas apa yang akan terlaknat Semua akan jadi terlambat Tak ada lagi pengampunan tobat Anda... Selamat Bakso... Talang Banjar , 140720

Konspirasi Bubuk Kopi

Konspirasi bubuk kopi Sedu larut Terlihat mana yang kopi murni atau sianida Tenggelam, melayang, atau mengapung Sungguh tawar Sungguh asam lambung ini Tanpa gula, meramu kafein Jambi, 180720

Suryaku Pergi

Ocehanku cukup bila hanya sebuah kata marah... Lihatlah...aku marah! Melihatmu dalam kebencian keadaan Kau lampiaskan pada semua kawan Kali ini aku ingin menamparmu Sekeras tenagaku Agar kau tahu  Aku sungguh tak lagi membencimu Kala kau tahu miskin bukan kutukan Namun harapan untuk kita bisa usahakan Semua tenaga dan pikiran Demi masa depan Ku kira kau akan sepertiku Yang menerjang badai topan Menerobos hujan Menjajaki jurang kematian Aku salah, Nak!!!! Kau tak cukup kuat bertahan Dan merasa memalukan Hingga jiwa ragamu termakan Angan-angan memabukkan Kau angkat tangan pada Tuhan "Tuhan...aku ingin katakan, aku tak mampu cobaan!" Kau tenggelamkan sujud pada pesakitan Pada kedengkian  Sementara kau bahagia Inginmu diijabah Tak lihat ada dada gemuruh membuncah Meronta...menengadah  Ternyata kau memang kalah Kau lebur pada cahaya putih Kau tinggalkan aku merintih Aku sendiri sebenarnya tidak pula gigih  Nak... Hadang aku di firdaus nanti...amin Jambi, 20072020 Surya Ad...