Ini adalah sebuah tulisan yang mengungkapkan betapa pilunya memiliki nyawa tapi terasa tak berjiwa. Sebuah perjalanan hidup yang sederhana kata seorang teman berinisial "R". Pernah sekali dengan tegas ia katakan " hidupmu hanya berawal dari kesengsaraan di masa kecil, segudang prestasimu, menikah, punya anak dan mengurus keluargamu itu. Jadi sebenarnya kamu tidak tau apa-apa tentang kehidupan itu sendiri" itu ucapannya yang masih jelas kudengar. 
          Sebenarnya bukan masalah hidup yang sederhana, tapi lebih kepada proses sederhana itu yang sebenarnya dari sesuatu yang tidak sederhana. Jika saat ini aku merasa tidak berada di tempatku yang seharusnya, itu semua bukan tanpa alasan. Ku sedang berada di titik nadir. Saat di mana aku tak lagi merasakan suasana emosi dalam segala aktivitasku. Hampa!!! Biasa saja!!! Itulah mengapa aku ingin mengembara sejenak untuk semua ini. Ku ingin mencari sensasi emosi yang seharusnya hadir dalam menjalankan rutinitas.
            Segala yang telah ku miliki sebenarnya sudah hampir sempurna tanpa cela. Biarlah begitu di tempatnya.... . Hanya masalah waktu yang mampu menetralisir semua. Ini sebuah dendam tak berkesudahan padamu dan semua tentangmu!!!!!!
              Mencintai tanpa memiliki itu sebuah teka-teki yang tak berkunci. Mengharap tanpa upaya itu juga sia-sia. Aku mencintaimu aku mengharapkanmu, tanpa terperi. Hingga menghitung detik waktu ku tempuh. Tak pasrah dengan airmata di setiap pijakan langkah.
             Kau hanya diam menungguku mendepak 
    arloji yang menggetarkan bunyi halus dan 
    meruntuhkan harapku padamu. Kau 
    menyerah!!!!! Tak lagi berdaya, tak lagi berguna
     bagi hidupku di waktu akan datang. Jika kau 
    tanya apa yang ada di hatiku dan dipikiranku, 
    sungguh pada saat itu sebenarnya aku telah 
    mati.Sewindu telah berlalu kini ada kudengar 
    ceritamu yang dulu. Sungguh jika kau tanya apa
     yang aku rasakan dan aku pikirkan 
    sesungguhnya aku masih bernyawa tapi tak lagi
     berjiwa sejak saat itu.

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Cermin Kematian

    PENDAR PUDAR

    FATAMORGANA SENJA