Sebenarnya bukan masalah hidup yang sederhana, tapi lebih kepada proses sederhana itu yang sebenarnya dari sesuatu yang tidak sederhana. Jika saat ini aku merasa tidak berada di tempatku yang seharusnya, itu semua bukan tanpa alasan. Ku sedang berada di titik nadir. Saat di mana aku tak lagi merasakan suasana emosi dalam segala aktivitasku. Hampa!!! Biasa saja!!! Itulah mengapa aku ingin mengembara sejenak untuk semua ini. Ku ingin mencari sensasi emosi yang seharusnya hadir dalam menjalankan rutinitas.
Segala yang telah ku miliki sebenarnya sudah hampir sempurna tanpa cela. Biarlah begitu di tempatnya.... . Hanya masalah waktu yang mampu menetralisir semua. Ini sebuah dendam tak berkesudahan padamu dan semua tentangmu!!!!!!
Mencintai tanpa memiliki itu sebuah teka-teki yang tak berkunci. Mengharap tanpa upaya itu juga sia-sia. Aku mencintaimu aku mengharapkanmu, tanpa terperi. Hingga menghitung detik waktu ku tempuh. Tak pasrah dengan airmata di setiap pijakan langkah.
Kau hanya diam menungguku mendepak
arloji yang menggetarkan bunyi halus dan
meruntuhkan harapku padamu. Kau
menyerah!!!!! Tak lagi berdaya, tak lagi berguna
bagi hidupku di waktu akan datang. Jika kau
tanya apa yang ada di hatiku dan dipikiranku,
sungguh pada saat itu sebenarnya aku telah
mati.Sewindu telah berlalu kini ada kudengar
ceritamu yang dulu. Sungguh jika kau tanya apa
yang aku rasakan dan aku pikirkan
sesungguhnya aku masih bernyawa tapi tak lagi
berjiwa sejak saat itu.
Kau hanya diam menungguku mendepak
arloji yang menggetarkan bunyi halus dan
meruntuhkan harapku padamu. Kau
menyerah!!!!! Tak lagi berdaya, tak lagi berguna
bagi hidupku di waktu akan datang. Jika kau
tanya apa yang ada di hatiku dan dipikiranku,
sungguh pada saat itu sebenarnya aku telah
mati.Sewindu telah berlalu kini ada kudengar
ceritamu yang dulu. Sungguh jika kau tanya apa
yang aku rasakan dan aku pikirkan
sesungguhnya aku masih bernyawa tapi tak lagi
berjiwa sejak saat itu.
Komentar
Posting Komentar