Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Bara Hatiku

Bara Hatiku Entahlah... Apakah harus suka atau sebaliknya? Dalam nanar mata yang tak lagi kuasa Menghalau hati yang meronta Entahlah... Aku tidak merasakan cinta atau sebaliknya Apakah aku salah? Apakah aku harus memaksa keadaan ini? Apakah aku salah menempatkan semua cinta? Apakah aku harus memaksa mencabutnya? Aku tak sanggup harus mendua rasa Ku kandung sedih dan lara Namun ada cinta di dalamnya Akulah yang salah... Akulah yang salah... Akulah yang salah dan durjana Bayangan tak akan pernah nyata Bayangan hanya memaksa keadaan Jangan lagi... Aku akan pergi... Jangan kau tanya seberapa perih Di dekatmu ku terluka Di jauhmu ku menderita

Berburu Rindu

Berburu Rindu Katamu aku berharga Nyatanya sudah kau sia-sia Berlumuran darah dari seluruh nadi yang tersayat tak berharga Berpeluh keringat yang kualami tanpa kau rasa Di balik dingin suasana Di selubung hati aku merasa Tak tahan rindu membara Bagai serpih pisau lipat tertancap Aku rindu padamu membara... Adakalanya aku cukup pahami Bahwa tidaklah adil kubebankan rasa ini Untuk kau kasihi Aku hanya bisa diam saja  Tanpa berpikir panjang lagi Aku ingin lari... Sungguh kusiapkan tombak Atau senapan angin Atau senapan mesin Panggilah aku  Dalam rindumu juga Ah...aku hanya memburu Sebuah rindu

Lorong Waktu Sebuah Jiwa

“Lorong Waktu Sebuah Jiwa” (Anak ) Kemarin ibu menganggapku anak kecil...hhh...anak kecil, anak kecil!!! Sudah saatnya ibu berhenti berjuang Sudah takdirnya kini ibu senang Doakan saja....anakmu supaya tak malang Kau lah yang melemahkanku… Hanya dalam dekap manjamu...uuu...uuu Merengek dalam gendongan Nina bobo...oh nina bobo... Ibu aku begitu mencintaimu Namun kadang aku membencimu...membencimu Karena aku belum pernah menoreh senyum dibibirmu (Ibu)   Kaulah darah dagingku Kau panggil aku ibu Kaupun tahu jika air susuku bukan untuk lemahmu Air mata dan doaku pun tak untuk risaumu Anakku.. Tak setiap sulitmu adalah salahku Saat ku tak paham pelajaranmu Tanyaku, apakah gurumu telah benar mengajarimu? ( Anak )  Setiap hari ku lihat senyummu Apakah hanya terpaksa aku tak tahu Guru... Apa aku yang telah jemu? Seolah dirimu orang yang tak pernah lelah Mengejakan rumus yang membuatku mampus Tahukah? Yang kuingin...