Ada yang hakiki di kehidupan ini Sebuah kata yaitu "mati" Apakah kita sedang menanti? Atau kita bersiap lari Saat memandang ayah ibu dalam lelap Kita sering mengingat azab Atas dosa yang kita perbuat Berharap ayah ibu ampuni dan beri maaf Memulai hal baik untuk diri sendiri Niatkan mulai saat ini Janji agar dosa tak terulang lagi Agar mendapatkan kasih Ilahi Sungguh ngeri jika kita dikuburkan Ditangisi semua yang menyaksikan Mengiringi langkah di pemakaman Hanya tinggal penyesalan #aromakemarau
Berkilauan... Walau dalam lumpur hitam Tak meminta diangkat Jangan dicari Sekadar beri cahaya yang tak juga berarti Siang terpantul matahari Semua terpancar menerangi Tapi semesta tak terpendar Jadwalnya redup tak bersinar Berjalan jika tak mampu berlari Jangan berhenti apalagi berbalik diri Tujuan tak akan jauh lagi Sampai titik kita sudahi Rengkuhan malam tidaklah sepi Saat jiwaku bernyanyi Memberi nada dalam sendiri Lebur dalam jalanan sunyi #r.baru
Bersama hari yang tak seharusnya gelap Seakan sama saja Lembayung sore itu Senja belum datang, sementara sudah gelap Padahal… Cuma mendung Kapan runtuh menjadi rintik hujan? Membaca awan berharap angin tak menyapanya Agar tak musnah Entah… Sejak kapan berdiri di tengah jalan? Terpaku di persimpangan Memilih arah yang mana Sama-sama tak terlihat warna terjal jalannya Sebelum hujan tiba membahana Seharusnya berada pada salah satunya Bertahan bukan tak bisa memilih Sesederhana bingung yang ditanggung Menerjemahkan kelemahan keadaan Siap diguyur hujan yang mulai beraturan Bersamanya ku tahu dingin tak mengubah keras hati Menyebabkan tak ada pilihan Pada banyak persimpangan Sehingga cukup saja kehujanan Dan … Bertahan Tak juga ada pilihan! Sungai Kapas, Idul fitri#1441H
Komentar
Posting Komentar