TAK PANTAS BERBATAS

Jika jiwa kita sama...aku tak pernah setega itu
Aku bahkan selalu menyembunyikan sayatan luka yang orang lain lakukan padaku
Aku pun tak pernah bisa tega
Berarti kita tak benar-benar sama


Saat luka-luka ini kambuh
Menyergapku
Aku menjadi marah pada Tuhan

Adakah kata selain lelah yang pantas terucap?
Rongga dada begitu pengap
Apalagi yang harus dikeluarkan dalam isak?
Aku pun mengantuk, badan letih
Di ujung ingus dan sisa air mata

Harus saja aku katakan rindu tak tertahankan
Pada ketidakmampuan

Aku pada kesendirian
Kupeluk perih dan lukaku 
Di sisa November yang sangat basah
Mencengkeram seolah tak terpisah
Antara nyata atau sekadar khayal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Kematian

PENDAR PUDAR

FATAMORGANA SENJA