RENJANA BERSELIMUT KUOTA
Kaubuatkan istilah indah dalam baris media sosial “Corona”
Yang tak lain untuk menertibkan jarak sosial
Nanar sudah menggelayuti mata rimpuh mengental
Pada harap yang terabai vatal
Berisik adanya saat semua menyesaki rumah dalam pandemi
Kerja dari rumah!
Belajar dari rumah!
Silaturahim dari rumah!
Mencaci-maki pun
Kubuka saja pintu belakang, kubawa saja gagang cangkul
Sudahlah tumpul
Tak kuambil pusing saat ego dan semangat terkumpul
Aku ayunkan dalam parit-parit yang kini mengepul
Helaan nafas mulai tak bernada
Sungguh, ini realitanya
Semua menghasilkan sampah yang sama dahsyatnya dengan Corona
Mulai bercucur keringat di pelipis muka membatinku saja bahwa ini berguna
Deras mengalir parit kecil ini yang tersentuh cangkul tumpul
Andai bencana tidak harus mengakibatkan bencana lain?
Pandemi menggiring malas yang semakin eksis
Menggilas aktivitas fisik pun psikis
Ada candu yang tak terelak
Pada kekuatan otot yang ada
Pada kekuatan pemikiran pemuda
Penjajahan dari sebuah malas musnahkan saja
Bergeraklah dengan jempolmu!
Bepenghasilanlah dari kuotamu!
Jual ekspektasimu menjadi wujud mimpimu!
Renjana bersemai jua di lembah keterpurukan
Jambi di PPKM LEVEL IV, 21 Agustus 2021
(Juara III Civil UNJA)
Komentar
Posting Komentar