Dwiwarna Luka

Saat ini aku di muara sungai dua warna
Tempatku dahulu menunggumu
Dalam catatan sejarahnya, kita selalu tak terpadu situ
Keributan yang sering menjadi nyata dalam penantian panjang hariku
Di situ

Mengamati arus di kiri yang keruh dan di kanan yang jernih, membuatku mual dalam kelaparan
Tak sarapan dalam radiasi pesanmu
Mengalir dengan caranya sendiri dan tak bersatu saling melarutkan

Apakah sebabnya harus selalu terulang Berulang?
Tiga jam bukan masalah lelah bokong ini dalam diam
Lebih dari itu!
Periode nafas yang tak lagi seirama membuatku selalu resah

Apakah kau memang tak akan datang?

Ya 
Aku tahu dalam sepiku ada cercaanmu
Yang tertunda dalam kesah umpat serapahmu

Kini Ujung Tanjung ini tak lagi saksi
Betapa aku tak minat menangisimu
Telah kulempar jauh di deras dua warna itu

Aku siap beranjak tanpa jejak

Pulang...

Ujung Tanjung, 301220

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Kematian

PENDAR PUDAR

FATAMORGANA SENJA