GENTALA SUNYI

Rasa...
Setahun lalu hati masih abu
Menghempas luka-luka pilu, merayu
Ia datang dengan kerlipan mata tajam

Sekilas aku geserkan bola mata 
Menangkap sinar cinta 
yang aku rasa tak ada

Berlalu,
Mata-mata sudah tiada
Ia tumpahkan rindu bak melati yang tak bertemu kupu-kupu
Gelisah

Malam ini, 
Dalam bait-bait puisi senja
Ia tumpahkan semua rasa yang memudar Kini membara
Berharapkan kumampu

Biar rasa ini masih sembunyi dan dikebiri
Ia tau salah rasa dan tak biasa

Kau rindukah?
Pada asap kuali emak?
Atau aroma harumnya?
Bukan. Emak sudah kubangunkan menara
Tabir sudah kusingkap dan rindu sudah mereda

Tapi rindu 
Bilamana ia hari ini tak ada
Padahal rasa ini
Ah, Sudahlah
Salahkah Sang Mahacinta menciptakan rasa?
Pada yang sama
Samakan jarak dan tatapan mata

Kereta indah itu gentala
Mengabadikan letupan cinta
Tak berirama
Tak berbahasa

(Titipan Si Jhon)
Kuliah perdana, 040920

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Kematian

PENDAR PUDAR

FATAMORGANA SENJA