GERIGI PELUKA

Suara azan tinggal lamat
Menyisakan degup gelisah di sudut rasa
Masih ingin kubasuh muka dengan air suci
Di magrib ini

Dering gawai menderu
"Kesusu" agar diangkat saat itu
Lirih kudengar salam parau
"Wes magriban?" 
"Mpun" itu bohongku selalu

Berbagai tanya mendera
Butuh jawab lengkap dan indah
Sambil kugigit bibir menghalau sakit di dada
Sebongkah batu telah menghujam pundak

Selalu saja, disisakan azan
Kusandarkan punggung ringkih di dinding ungu
Berharap pelukan sejuk 
Selalu puas berlinang bagai nafsu yang teburu
Membuncah di dada tak habis sekali itu

Sesungguhnya semua hanya cerita di udara
Tanpa nyata
Tanpa aslinya
Balutku saja 
Untuk sebuah rasa
Aman bahagia semuanya

Magrib, 200820

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Kematian

PENDAR PUDAR

FATAMORGANA SENJA